Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Serbelawan Terus Terendam, FPPSU Desak DPD RI Turun Tangan

MERPATINUSANTARA | SIMALUNGUN - Banjir yang terus menghantui warga Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, kembali menjadi sorotan publik. Forum Pemuda Peduli Pembangunan Sumatera Utara (FPPSU) mengambil langkah dengan akan menyurati Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, untuk meminta perhatian serius dan mendorong pemerintah segera mencari solusi permanen.

FPPSU menilai persoalan banjir Serbelawan sudah berada pada tahap yang memerlukan tindakan nyata. Bertahun-tahun masyarakat harus menghadapi dampak banjir yang datang berulang setiap musim penghujan, sementara penanganan yang dilakukan dinilai belum menyentuh akar persoalan.
Ketua FPPSU Wan Agus Yahya mengatakan, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Banjir ini bukan hanya persoalan air yang meluap, tetapi menyangkut kehidupan masyarakat. Rumah warga terdampak,

 aktivitas ekonomi terganggu, akses masyarakat terhambat, bahkan keselamatan warga menjadi taruhan,” ujar Wan Agus Yahya.

Melalui surat resmi kepada DPD RI, FPPSU meminta agar Dedi Iskandar Batubara dapat menyuarakan aspirasi masyarakat Serbelawan dan mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah daerah untuk segera melakukan peninjauan langsung.

FPPSU menduga persoalan banjir dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pendangkalan sungai akibat sedimentasi,

 penyempitan alur sungai, kerusakan tebing sungai, serta belum maksimalnya sistem drainase dan pengendalian banjir.

Menurut FPPSU, pemerintah tidak boleh hanya hadir saat bencana banjir terjadi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah program penanganan jangka panjang melalui normalisasi sungai, penguatan tebing sungai, serta perbaikan infrastruktur pengendalian banjir.

“Jangan sampai masyarakat Serbelawan terus menjadi korban setiap tahun. Pemerintah harus mengambil langkah konkret dan memastikan ada solusi permanen, bukan hanya penanganan sementara,” tegas Wan Agus Yahya.

FPPSU berharap DPD RI dapat menjadi penghubung aspirasi masyarakat daerah dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar persoalan banjir Serbelawan mendapat perhatian lebih serius.

“Warga sudah lama menunggu kepastian. Kini saatnya semua pihak bergerak bersama untuk menyelesaikan persoalan ini,” tutupnya.

Banjir Serbelawan bukan lagi sekadar persoalan tahunan, tetapi menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang membutuhkan keberanian mengambil keputusan dan tindakan nyata.

(Red)

Posting Komentar

0 Komentar